Skip to main content

Dikdasmen Aisyiyah Beri Edukasi Kental Manis Bukan Susu

Anak merupakan aset yang paling berharga dalam hidup kita, maka asupan nutrisi pada makanan anak haruslah diperhatikan. Seperti yang kita ketahui, asupan nutrisi yang tidak sesuai kandungan gizinya dapat menyebabkan pertumbuhan kognitif dan fisik anak terganggu.

Hal ini menjadi penyebab umum permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh anak-anak Indonesia. Akibatnya, permasalahan gizi kronis pada balita tak pernah selesai. Selalu bermunculan kasus-kasus baru yang berkaitan dengan anak kurang gizi hingga stunting.

Dalam rangka peningkatan literasi dan perbaikan gizi masyarakat, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Aisyiyah menggelar webinar Edukasi Gizi pada hari Senin (18/4/2022). 

Webinar bertema "Guru PAUD Sebagai Jembatan Bagi Peningkatan Literasi Gizi Keluarga" ini menghadirkan beberapa pembicara, yaitu : 
  1. Dra. Fitniwilis M. Pd - Ketua Majelis Dikdasmen PPA
  2. Arif Hidayat, SE. MM - Ketua Harian YAICI 
  3. Prof. Dr. Masyitoh Chusnan, M. Ag -     
  4. Ketua PPA 
  5. Dr. Cut Nurul Hafifah, Sp. A(K) - Anggota IDAI 
  6. Prof.Dr.Ir. Netty Herawati, M. Si - Ahli Gizi & Praktisi Pendidikan
serta diikuti oleh sekitar 500 guru PAUD dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, menyebutkan prevalensi stunting menunjukkan penurunan dari 27,7% ditahun 2019 menjadi 24,4%. Namun, prevalensi underweight mengalami peningkatan dari 16,3% menjadi 17%. Hanya di Provinsi Bali saja yang mempunyai status gizi berkategori baik dengan prevalensi stunting di bawah 20% (10,9%) dan wasting di bawah 5% (3%) menurut standar WHO. 

Dengan mengacu pada data di atas, maka dapat dikatakan permasalahan gizi seharusnya menjadi prioritas. Jika kondisi ini tidak segera ditangani bersama, maka juga akan dapat berdampak buruk bagi negara, hingga dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun, atau sekitar Rp 400 triliun rupiah per tahun.

Minimnya informasi orang tua akan kebutuhan gizi anak, ini fakta jika tingkat literasi gizi keluarga di Indonesia masih sangat rendah. Pada umumnya, orang tua memberikan asupan makanan bagi anak berdasarkan pengalaman dan kebiasaan-kebiasaan di masyarakat. Selain itu, iklan dan promosi produk pangan yang menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari baik di televisi maupun melalui sosial media turut mempengaruhi pola konsumsi anak.

Sebagai contoh susu kental manis, cara produk susu ini beriklan dan berpromosi selama bertahun-tahun telah mengakibatkan kesalahan persepsi masyarakat. Akibatnya, tidak sedikit anak, balita bahkan bayi yang mengalami gangguan gizi akibat mengkonsumsi kental manis sebagai minuman susu.

Banyaknya orang tua yang keliru, mereka menganggap kental manis sebagai susu. Anggapan ini harus dirubah karena jika kental manis dikonsumsi secara terus menerus akan berbahaya. Kandungan sukrosa (pemanis buatan) nya sangat tinggi, bisa menyebabkan anak stunting hingga diabetes.

Sampai detik ini permasalahan stunting masih menjadi salah satu tantangan besar dalam menyiapkan sumber daya manusia. Itu sebabnya perlu di pahami perihal edukasi gizi secara tepat.

Dikdasmen saat ini membawahi 22,000 PAUD di seluruh Indonesia. Hal tersebut merupakan potensi bagi peningkatan literasi dan perbaikin gizi masyarakat, dalam rangka memperluas jangkauan edukasi gizi untuk masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi edukasi gizi ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

Kolaborasi seluruh pihak dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi anak. Lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu elemen yang dapat menjembatani antara orang tua dan anak. PAUD sebagai lingkungan terdekat kedua bagi anak selain rumah, dapat menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan pemahaman tentang makanan dan minuman yang bergizi kepada anak.  

Dengan memberikan pembekalan dan edukasi gizi kepada guru PAUD, diharapkan dapat menjembatani kebutuhan orang tua akan informasi dan sekaligus menerapkan kebiasaan konsumsi makanan dan minuman bergizi oleh anak.

Dr. Cut Nurul Hafifah, Sp. A(K) mengakui pandemi Covid-19 yang terjadi dalam dua tahun ini telah berpotensi meningkatkan angka stunting. Sebab, selama pandemi hanya 19,2% Posyandu yang aktif melakukan pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak. Sementara, deteksi dini terhadap gizi anak adalah kunci untuk penurunan angka stunting. 

"Stunting tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahap yang dapat dilihat dan dideteksi secara dini. Pasti ada growth falteringnya atau indikasi gagal tumbuh terlebih dahulu dan usia paling sering terjadi ada pada usia 3 sampai 18 atau 24 bulan," ujar Cut Nurul Hafifah. 

Maka mulai detik ini kita harus menurunkan angka stunting dengan memberikan nutrisi yang tepat untuk anak. Makanan harus mengandung beberapa unsur karbo, lemak, protein dan sayur dalam jumlah yang cukup. Protein terbaik untuk tumbuh kembang anak adalah susu, tetapi bukan kental manis. Berikan susu fortifikasi agar kebutuhan proteinnya tercukupi.

Anak harus minum susu untuk anak bukan kental manis, karena kental manis itu bukan susu. Kental manis sama dengan sirup, yang cocok sebagai bahan pelengkap makanan dan minuman. Semoga dengan merubah prilaku dan kebiasaan masyarakat, generasi emas Indonesia 2045 dapat terwujud.

- Leha Barqa - 

Comments

  1. Saya baru tahu kental manis itu bukan susu, melainkan sirup. Info tentang gizi anak ini penting untuk kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Thx infonya

    ReplyDelete
  2. Memang masih banyak yang salah kaorah soal SKM ini, bahkan di era modern seperti sekarang. Edukasi bahwa SKM bukan susu memang harus digaungkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, pentingnya edukasi tentang kental manis kepada masyarakat

      Delete
  3. Edukasi kental manis bukan susu harus disampaikan terus. Mengingat dari dulu masyarakat sudah mengenal kental manis adalah susu, pasti agak susah mengubahnya.

    ReplyDelete
  4. Edukasi ini sangat penting. Karena banyak yanh masih berpikir kalau SKM ini susu dan dijadikan konsumsi harian anak tiap hari

    ReplyDelete
  5. Selama ini pemahaman saya soal SKM salah berarti, mb. Pantesan pas kecil saya suka banget minum SKM, darah saya manis dan gampang digigit nyamuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun ketika kecil suka bgt dgn SKM mbak

      Delete
  6. Kalau soal kental manis kayaknya soal propaganda iklan, deh. Semenjak saya kecil iklan di tv menampilkan kental manis sebagai minuman sehat dan anehnya baru beberapa tahun ke belakang kental manis dinyatakan bukan susu, setelah paradigma kuat tentang kental manis terlanjur melekat pada hampir semua orang tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maka dr itu mbak, skrg sangat penting sekali mengedukasi masyarakat ttg kental manis ini

      Delete
  7. Dari dulu, penggunaan bahasa di media iklan sudah menggiring bahwa kental manis adalah susu.

    Sedih banget pas ngeliat secara langsung seorang ibu beli kental manis dan masukkan ke Botol dot bayi dan minumin anaknya

    Mau ngelarang, tapi belum punya solusi konkret

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smoga dgn adanya edukasi kental manis, masyarakat makin cerdas ya mbak

      Delete
  8. Salah kaprah sejak kecil biasa minum susu kental manis sebelum ke sekolah. Kami kira masuk kategori susu baru tahu ternyata tidak.

    ReplyDelete
  9. Acara ini sangat mengedukasi kita semua ya kak. Jujur dulu saya kira kental manis ini susu. Dan memang trnyata ga bisa dikonsumsi terlalu sering. Tidak baik utk kesehatan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, jika di konsumsi secara trus menerus bs mengakibatkan obesitas

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

'GLOW TOGETHER' Rumah Syantik Sari Surya

Hallo ladies 😍 sebagai wanita, kalian pasti mendambakan memiliki kulit wajah yang sehat dan kinclong serta glowing kan. Emak pun demikian, ingin mempunyai kulit wajah yang halus dan juga terbebas dari semua masalah kulit. Beberapa hari yang lalu, tepatnya di tanggal cantik 02022020 emak menghadiri acara gathering 'GLOW TOGETHER'. Acara ini di selenggarakan oleh  Rumah Syantik Sari Surya Beauty Skin & Healthy Skin  yang beralamat di Jl. Elok, Perumahan Pos Giro Blok. B IV No. 01 Puspasari, Kecamatan Citeureup - Bogor, buka pukul 10.00 wib setiap harinya. (dok.RSSS) Rumah Syantik Sari Surya Beauty Skin & Healthy Skin merupakan salon kecantikan yang menyediakan beragam pilihan perawatan kecantikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Meskipun Rumah Syantik Sari Surya Beauty Skin & Healthy Skin ini baru berdiri sekitar enam bulan, tepatnya tanggal 5 Agustus 2019 tetapi customernya sudah ratusan dari seluruh Jabodetabek dan beberapa daerah di Indonesia. Kare

Pertamina Enduro, Pastinya Oli Motor Terbaik Andalan Semua

Bicara tentang kendaraan bermotor, menjadi topik yang sangat menarik bagi mereka kaum adam. Apalagi kalau sudah menyangkut perawatan, pastinya mereka lebih selektif dalam memilih onderdil/  sparepart   dan pelumas untuk kendaraan bermotor mereka. Seperti suami yang mempunyai profesi sampingan sebagai driver ojek online. Selain gawai tentunya motor menjadi modal utama untuk operasional. Penggunaan motor dengan pemakaian di atas rata-rata membutuhkan perawatan sangat ekstra, seperti ; Kanvas Rem, Rantai dan V-Belt serta Oli Mesin. Kali ini emak akan berbagi cerita pengalaman tidak mengenakan tentang motor kami, hingga  oli motor terbaik  pilihan suami. PENGALAMAN TIDAK MENGENAKAN Suatu ketika pernah suami mengabaikan untuk mengganti oli motor dan ini adalah kesalahan yang sangat fatal. Akibatnya komponen dalam mesin rusak parah, motor kami tidak bisa hidup. Suami segera membawa motor ke bengkel lalu montir bengkel segera mengecek motor kami. Set

Rumah Syantik Sari Surya Meraih Penghargaan Indonesia Best Beauty & Healthy 2021

Yulia Sari Surya (dok.RSSS) Rumah Syantik Sari Surya yang berdiri pada tanggal 05 Agustus 2019, akhirnya meraih penghargaan Celebrating Exellence Winner 2021 sebagai Best Beauty & Healthy 2021 pada hari Jum'at, 10 September 2021 di Mercure Hotel - Jakarta.  Tidak Ada Usaha Yang Mengkhianati Hasil Tak sia-sia usaha Yulia Sari Surya selaku owner Rumah Syantik Sari Surya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh customernya di tengah pandemi Covid -19 ini. Dengan konsep Home Services Treatment, Rumah Syantik Sari Surya semakin diminati dan dipercaya wanita-wanita Indonesia untuk melakukan perawatan wajah maksimal dengan hasil glowing memuaskan. Penghargaan Best Beauty & Healthy 2021 (dok. RSSS) Baca juga :  'Glow Together' Rumah Syantik Sari Surya Event Celebrating Exellence Winner 2021 ini diselenggarakan oleh Portal Penghargaan No. 1 Indonesia. Dibuka langsung oleh ketua penyelengara Jordan Dimas. Dalam pembukaannya, Jordan Dimas