Saturday, 7 December 2019

Wahana Seru 'Mola-Mola Jet Spinner'


Wah libur akhir tahun sudah tinggal hitungan minggu, pastinya anak-anak senang sekali. Masih bingung akan mengajak keluarga liburan kemana? 
Emak punya info nih, yang pasti bikin liburan seru dan happy.


Ocean Dream Samudra salah satu tempat hiburan yang terletak di komplek Taman Impian Jaya Ancol bisa menjadi destinasi liburan bersama keluarga. Setelah meluncurkan beberapa wahana baru yaitu Istana Penguin, Cinema 5 Dimensi dan Karausel pada bulan Juni 2019. Kali ini Ocean Dream Samudra memperkenalkan  wahana terbarunya yaitu Mola - Mola Jet Spinner pada tanggal 4 Desember 2019 kemarin. Ohhh ya emak hadir loh di acara launching wahana terbaru ini.
Ocean Dream Samudra merupakan wisata edutainment biota mamalia laut yang memberikan pengalaman  mengenal lebih dekat dan menyayangi aneka satwa. Untuk pertama kali mempersembahkan Wahana Roller Coaster. Roller coaster ini dikhususkan untuk anak-anak dan keluarga yang sedang berkunjung ke Ocean Dream Samudra. 


Wahana yang dijuluki Mola-Mola Jet Spinner ini merupakan permainan kereta luncur dengan panjang lintasan 120meter yang memiliki 5 rangkaian kereta yang dilengkapi 4 dudukan pada masing-masing kereta dengan kapasitas 20 orang. Roller coaster ini sangat berbeda, karena disetiap 1rangkaian kereta dapat berputar hingga 360 derajat di atas lintasan selama permainan berlangsung. Satu Dua Tiga Aaaaaaa semua berteriak saat kereta meluncur dari ketinggian 8,5 meter. Sungguh sensasi luar biasa yang cukup memacu adrenalin.


Mola-Mola Jet Spinner bercorak kuning dan ungu, didesain dengan nuansa 1001malam. Ketika sore hari Mola-Mola Jet Spinner terlihat sangat cantik dengan lampu warna-warni pasti anak-anak suka naik wahana ini. Memang roller coaster kecil ini di peruntukan anak-anak tetapi orang dewasa pun bisa menaikinya. Dengan syarat tinggi badan minimal 95cm dan tinggi maksimal 190cm. Jadi kalau anak-anak masih belum terlalu berani, tetap dapat didampingi oleh orang dewasa. Mola-Mola Jet Spinner dirancang khusus dan pasti aman karena di setiap dudukan tersedia safety belt jadi kalian tak perlu khawatir akan keamanan dan keselamatan saat menaiki wahana ini.

Rika Sutanto selaku Vice President
SeaWorld - Ocean Dream Samudra
(dokpri)

Rika Sutanto selaku Vice President Sea World - Ocean Dream Samudra Ancol memaparkan, "Nama wahana ini diambil dari ikan Mola-Mola (Sunfish) ikan berbentuk unik, menyerupai kepala ikan dengan ekor dan tubuhnya rata. Di sebut dengan Sunfish karena ikan ini hanya timbul kepermukaan laut pada saat matahari terbit. Ikan Mola-Mola dapat di jumpai diperairan negara tropis dan di Indonesia sendiri bisa di temukan diperairan Bali, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Karena keunikan ini maka wahana permainan terbaru di Ocean Dream Samudra Ancol di juluki 'Mola-Mola Jet Spinner'."

Baca juga : Kuliner Malang yang Menggoda

Selain Mola-Mola Jet Spinner, kalian juga bisa menikmati beberapa wahana yang baru diluncurkan pada bulan Juni 2019, yaitu ;

Istana Penguin

Istana Penguin (dokpri)

Penguin humboldt yang berasal dari Amerika Selatan ini biasa bersarang di pantai berbatu. Kamu dapat menyaksikan langsung tingkah laku 11 Penguin Humboldt yang lucu dan menggemaskan di exhibit Istana Penguin. Kamu juga bisa loh berinteraksi memberi mereka makan. Penguin Humboldt ini senang memakan ikan teri (anchovetta), sarden kecil, dan juga cumi-cumi. (sumber ; ancol.com)

Penguin (dok. ancol.com)


Cinema 5 Dimensi


Denah Cinema 5D
(dokpri)

Ocean Dream Samudra kali ini menghadirkan cinema 5d yang dapat merasakan sensai diguncang, dikejutkan, digelitik, diciprat, hingga merasakan senasi tertiup angin seakan-akan film terasa nyata. Cinema 5d ini dapat menampung hingga 200 penonton yang dapat dinikmati mulai anak-anak hingga dewasa. (sumber ; ancol.com)


Cinema 5 Dimensi
(dok. ancol.com)


Karausel


Karausel (dokpri)

Ini dia wahana baru anak Ocean Dream Samudra. Karausel ini dihadirkan dengan bentuk - bentuk hewan lucu seperti kuda laut, kerang, lumba-lumba, dan ostrich. Seru banget pastinya bisa menikmati wahana dan mengabadikan momen hangat bersama keluarga. (sumber ; ancol.com)

Karausel (dok. ancol.com)


Ocean Dream Samudra Ancol 

Weekday

Buka Hari Senin s/d Jumat
Beroperasi jam 09.00 hingga 17.00wib

Weekend

Buka Hari Sabtu - Minggu/Libur
Beroperasi jam 09.00 hingga 18.00wib

Harga Tiket Masuk

Reguler 
Weekday : Rp 90.000,-
Weekend : Rp 125.000,-

Annual Pass Rp 190.000,-

Fasilitas lain seperti ; musholla, toilet dan food court juga tersedia. 
Gimana, masih bingung mo kemana liburan akhir tahun ini? Yuk ahhh ke Ocean Dream Samudra ajahhh.

- Leha Barqa -

Thursday, 5 December 2019

Kuliner Malang yang Menggoda


Malang memiliki sejuta pesona, gudangnya wisata alam dan wana wisata yang sangat indah. Penuh dengan berbagai tempat hiburan yang seru. Tak hanya obyek wisatanya yang hits juga ada beragam kuliner lezat yang wajib di coba kalau ke Malang. Setelah  explore  obyek wisata Malang, emak juga icip-icip beberapa kuliner di Kota Malang loh.


- Warung pinggir jalan Taman Trunojoyo

Tiba di stasiun Kota Malang  pukul 09.00wib dan emak dilanda lapar euy. Setelah keluar dari stasiun, emak menemukan Taman Trunojoyo. Selain taman di sini juga ada warung makan dan jajanan. Mampirlah emak di warung makan untuk mengisi perut yang dilanda lapar. Emak memilih menu nasi pecel dan suami memilih menu nasi campur. Soal rasa SNI ya (Standar Nasional Indonesia) hehehe. Tp emak bersyukur alhamdulillah bisa menikmati sarapan di taman yang sejuk ini. Untuk harga seporsi nasi pecel Rp 8.000,- dan harga seporsi nasi campur Rp 8.000,- saja.

Nasi Pecel (dokpri)

Nasi Campur (dokpri)

- Sego Ceker Glintung 

Kota Malang yang dingin membuat emak baper ehhh laper, kuliner malam yang emak icip-icip Sego Ceker. Sego Ceker ini beroperasi sejak tahun 1987 dan buka mulai pukul 21.30 hingga 01.00wib setiap harinya. Berada di Kawasan Glintung tepatnya di jl. Letnan S Parman depan Carrefour Blimbing.

Ceker Glintung (dokpri)
Ceker Glintung (dokpri)

Olahan cekernya sangat empuk dan uenak polll. Bisa pilih rasa yang pedas atau yang tidak pedas, but u know lah emak-emak pasti pilih yang pedas. Selain ceker juga ada bagian sayap dan kepala ayam. Dengan menu tambahan sate usus, bakwan jagung dan tempe mendol (perkedel tempe) yang bisa menjadi pilihan.

Sayap Ayam (dokpri)
Tambahan Menu (dokpri)
Seporsi Sego Ceker dan Sayap
(dokpri)

Harga satu porsi Sego Ceker di tambah sayap dan minuman teh hangat emak cukup merogoh kocek Rp 16.000,- saja. Soal rasa ga ada obatnya, emak saja sampai nambah 😊.

- Ronde Titoni 48

Untuk menghangatkan tubuh di Kota Malang yang semakin malam semakin dingin. Emak icip-icip Wedang Ronde Titoni yang berada di Jl. Zainal Arifin No. 17 Sukoharjo, Kecamatan Klojen - Kota Malang. Buka pada pukul 18.00 hingga 24.00wib setiap harinya. Dikarenakan emak tiba di Ronde Titoni ini sudah hampir tutup maka emak hanya menyicipi ronde basah saja. Padahal banyak menu pilihan di Ronde Titoni ini, seperti ronde basah, ronde kering, angsle, kacang kuah, roti goreng dan cakwe.

Ronde Basah (dokpri)

Ronde ini terbuat dari tepung beras yang dibentuk bulat dan di beri isian gula. Untuk Ronde Basah di sajikan dengan kuah jahe hangat dan taburan kacang tanah. Harga seporsi ronde basah dibandrol harga Rp 10.000,- saja.

Baca juga : Kuliner Solo yang Wajib di Coba


- Nasi Rawon

Nasi Rawon makanan favorit emak nih. Rawon terbuat dari olahan daging sapi dan campuran sandung lamur dengan kuah hitam yang dihasilkan dari perpaduan bumbu rempah dan kluwek. Sebagai pelengkap nasi rawon di sajikan dengan kecambah (tauge kecil), telur asin, empal goreng, tempe goreng, kerupuk udang dan sambal.
Tidak sulit untuk mencari makanan berbumbu kluwek ini, di setiap sudut Kota Malang banyak sekali restoran, rumah makan hingga warung pinggir jalan yang menyajikan nasi rawon ini, seperti : Rawon Rampal, Rawon Nguling, Rawon Tessy, Rawon Brintik, Rawon Djenggot, Rawon Kiroman, Warung  Lama Haji Ridwan, Depot Asri Bu Saerun.

Nasi Rawon (dokpri)

Emak menikmati nasi rawon yang berada di warung pinggir jalan. Dagingnya empuk dan kuah rawonnya sedap menggugah selera makan emak, pokoknya ga ada obatnya deh. Untuk harga nasi rawon di warung pinggir jalan lebih ekonomis. Emak hanya merogoh kocek Rp 20.000,- untuk seporsi nasi rawon dan minuman teh hangat. 

- Bakso President Malang

Rel Kereta 'Bakso President'
(dokpri)

Yeayyy kali ini emak icip-icip Bakso President Malang dong. Bakso President berdiri sejak tahun 1977, berlokasi di Jln. Batanghari No 5, Rampal Celaket - Klojen Kota Malang. Bakso yang berada tepat di samping rel kereta api jurusan Surabaya - Malang buka pada pukul 08.00 hingga 21.30wib setiap harinya.  Variasi menu yang ditawarkan cukup komplit seperti bakso biasa, bakso urat, bakso telor,  bakso goreng, bakso bakar, bakso udang dengan menu tambahan lainnya yakni pangsit basah/kering, mie, siomay, lontong, tahu, paru dan ati ampela.  

Bakso President
(dokpri)

Selain bakso yang dijual secara perpaket, konsumen juga bisa menentukan sendiri bakso mana saja yang ingin dipesan. Soal harga bervariatif, konsumen bisa melihat daftar menu dan harga dipapan. Emak suka makan di Bakso President ini karena unik, sambil menikmati semangkuk bakso emak dihibur oleh getaran kereta yang lewat. 

- Sempol Ayam Malang

Sempol Ayam Malang
(dokpri)
Varian Jamur, Sayuran dan Original
(dokpri)

Awalnya emak asing dengan kudapan yang satu ini. Tetapi di Kota Malang sempol ayam cukup populer, jajanan pinggir jalan yang lagi ngehits. Kudapan ini terbuat dari campuran ayam, tepung tapioka, telur dan bumbu lalu digoreng. Di sajikan dengan saus sambal dan rasanya uenak tenan. Ada beberapa varian sempol ayam seperti jamur, sayuran dan original. Emak hanya merogoh kocek Rp 10.000,- /5 tusuk sempol ayam, murah benerkan.

Sempol Ayam Malang
(dokpri)
Proses penggorengan
(dokpri)

Nah, itu kuliner di Kota Malang yang emak icip-icip. Kalau kalian ke Kota Malang, kalian musti coba ya. Kurus atau gendut adalah pilihan tapi makan enak adalah kebutuhan. Sampai jumpa lagi di Coretan emak berikutnya 😍.

- Leha Barqa -

Monday, 2 December 2019

Kuliner Solo yang Wajib di Coba


Mendengar tentang Kota Solo, emak teringat vlog Nex Carlos dan Ria Sw edisi Kota Solo. Mereka mereview kuliner andalan Kota Solo yang membuat emak kepengen icip-icip kuliner Solo itu. Kota Solo atau dengan sebutan lain Kota Surakarta ini adalah kota kelahiran Pak Jokowi, bapak presiden Republik Indonesia.

Sudah lama emak ingin mengunjungi Kota Solo, apalagi setiap melihat  kuliner Solo yang selalu berseliweran di instagram bikin emak menelan ludah. Untungnya emak lagi ga ngidam, coba kalau sedang ngidam bisa ngeces deh bayi emak. Pernah sih ke Solo tapi hanya transit saja di stasiun Balapan - Solo. Ketika dari Semarang menuju Jogja emak naik kereta api Kalijaga sampai Solo dan lanjut kereta api Pramex menuju Jogja, jadinya nggak bisa keliling Solo kan.


Pasar Gede Hardjonagoro

Alhamdulillah, kali ini emak kesampaian juga nih explore beberapa wisata kuliner yang sudah familiar di Solo. Yuk kepoin kuliner apa saja yang emak icip-icip di Kota Solo ini ;


1. Es Dawet Telasih Bu Dermi

Pasar Gede Hardjonagoro

Es Dawet ini berada di dalam Pasar Gede Hardjonagoro. Dan sudah melegenda, konon sudah ada sejak tahun 1930. Sekarang diteruskan oleh generasi ketiga dia adalah Rut Tulus Subekti, yang biasa disapa Bu Utit.

Es Dawet Telasih Bu Dermi

Dengan merogoh kocek Rp 10.000,-  emak sudah bisa mencicipi es dawet legendaris ini. Satu mangkuk es dawet berisikan cendol/dawet, telasih (biji bunga kemangi), ketan hitam, tape, bubur sumsum, santan dan ditambahkan es batu. Buka mulai jam 08.00 sampai jam 15.00wib. Tempatnya ramai sekali, tadi emak juga ikutan antri. Dan jangan harap bisa duduk manis karena warungnya sempit dan uyel-uyelan jadi minum es dawetnya sambil berdiri. Ohhh ya Pak Jokowi juga sering minum es dawet telasih Bu Dermi ini lohhh ketika beliau masih menjabat sebagai Walikota Solo.


2. Sate Kambing Pak Manto

Sate Kambing Pak Manto terletak di Jl. Honggowongso No. 36, Sriwedari - Laweyan - Kota Surakarta. Buka mulai jam 06.30 hingga jam 19.00wib.
Warung sate ini sudah berdiri sejak tahun 1990. Selain Sate Kambing banyak menu yang menggoda selera seperti Tengkleng Rica, Tongseng, Gulai Kambing dan Sate Buntel. Disini emak memilih menu Tongseng dan Sate Buntel.

Warung Sate Kambing "Pak Manto"

Tempatnya lumayan nyaman tetapi agak panas karena banyak pengunjung yang datang. Makanannya juga termasuk lama, apalagi Sate Buntel nya mungkin karena proses pembuatannya jadi  emak harus nunggu lama.

Tongseng Kambing "Pak Manto"

Sate Buntel "Pak Manto"

Harga untuk Sate Buntel Rp 45.000,- /porsi, Tongseng Rp 40.000,-/porsi dan Tengkleng Rica Rp 50.000,-/porsi.
Semua dalam porsi yang sangat besar, sehingga emak bisa makan bersama anak dan suami. Emak baru pertama kali makan Sate Buntel ya di sini, rasanya uenak polll dan enggak berbau prengus. Pokoknya soal rasa enggak ada obatnya.


3. Rica ISI Bu Sartini (Ricis)

Ricis Bu Sartini

Rica legendaris Bu Sartini atau orang biasa menyebutnya Rica ISI sudah ada sejak 25tahun lalu. Rica ISI Bu Sartini menyajikan kuliner pedas dengan rasa yang luar biasa. Selain menu rica ayam, ada juga menu sayuran dan gorengan yang disuguhkan dengan harga murah meriah. Untuk satu porsi nasi dengan rica ayam dibandrol harga Rp 8.000,- 

Nasi Ayam Ricis

Aneka Lauk Ricis

Buka setiap hari Senin sampai hari Sabtu mulai jam 08.00wib hingga habis. Lokasinya berada di sebelah barat Kampus Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI). Lebih tepatnya di Kentingan Barat RT 3 RW 10, Jebres - Surakarta. Tempat Ricis Bu Sartini ini berada di rumah biasa bukan warung seperti keumuman. Ricis ini sudah populer dikalangan mahasiswa ISI dan UNS, dua kampus yang memang bersebelahan. Semakin hari banyak orang yang bertandang ke sana untuk menikmati Ricis Bu Sartini. Kalau emak tau Ricis ini setelah emak nonton YouTube Nex Carlos (food youtuber). 

Rica Ayam Ricis

Sesuai dengan namanya rica yang identik dengan rasa pedas maka Ricis ini terkenal dengan cita rasa pedas, bumbunya juga merasuk terasa sekali rempahnya. Dengan kuah yang bergelimang cabai dan aroma yang menusuk membuat emak kepingin nambah lagi.


4. Nasi Liwet Mbak Yanti

Untuk kuliner malam emak icip-icip Nasi Liwet Mbak Yanti yang berada disebelah utara jl. Slamet Riyadi Solo persisnya lebih kurang 100meter sebelah timur pintu keluar stasiun Purwosari. Meskipun Nasi Liwet Mbak Yanti ini berada di trotoar dan hanya memakai tenda (lesehan) tapi warung ini ramai sekali dengan pengunjung. Buka sore hari hingga jam 02.00 dini hari.

Nasi Liwet Mbak Yanti

Nasi liwet adalah nasi yang dimasak dengan santan kelapa maka nasinya terasa gurih dan disajikan dengan daun pisang yang di pincuk. Harga seporsi nasi liwet lengkap dengan lauknya di banderol Rp. 20.000,-. Nasi liwet dengan isian lauk  sayur labu siam, suwiran daging ayam, telur dan areh (bubur dari kelapa) menjadi solusi ketika lapar melanda di malam hari.


5. Gudeg Relasi

Gudeg Relasi (dok. Ig @kulinerdisolo)

Kuliner malam emak berikutnya icip-icip Gudeg Relasi, yang mulai berjualan pada tahun 1992 di depan Toko Relasi Jaya di jl. Makamhaji, Kartasura - Kabupaten Sukoharjo. Buka setelah toko tutup pada pukul 21.00 sampai 00.00wib. Ketika tiba di sana, emak di haruskan mengambil no antrian yang di sediakan dan menunggu sang penjual memanggil no yang emak punya.

Gudeg Relasi Ayam Rendang 
Gudeg Relasi Ayam Kecap

Rasa gudeg ini lebih gurih berbeda dengan gudeg lainnya yang lebih manis. Nasi lengkap dengan lauk berupa gudeg nangka, daun singkong dan suwiran ayam di guyur dengan kuah sambal krecek dan kuah opor ini di banderol Rp 7.000,- saja. Disini juga tersedia toping yang menambah selera seperti ayam kecap , ayam rendang, telur dadar dan masih banyak lagi sebagai lauk pendamping. Gudeg Relasi ini cocok sekali dengan selera emak, pokoknya ga ada obatnya deh.

Jadi itu beberapa kuliner yang emak icip-icip di Kota Solo. Pokoknya soal rasa ga ada obatnya, yang menurut emak recommend. Nah kalian yang berkunjung ke Kota Solo, wajib di coba ya 😉.


- Leha Barqa -

Saturday, 30 November 2019

City Tour Semarang yang Penuh Sejarah



Jalan-jalan ke Kota Semarang emang keren banget. Kota yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa ini memiliki segudang sejarah yang asyik untuk di explore, seperti Lawang Sewu, Kota Lama, Klenteng Sam Poo Kong, Simpang Lima dan masih banyak lagi.  Untuk mengunjungi Kota Semarang, bisa saja di lakukan dengan waktu yang sangat singkat (1 hari penuh). Tapi emak tidak rela kalau harus terburu-buru, namanya juga refreshing jadi ya harus menikmati banget.
Ini perjalanan emak awal tahun 2019, tepatnya bulan Januari. Perjalanan ini sebagai reward untuk emak sendiri yang lahir di bulan Januari, yeayyy.  Meskipun hujan sangat deras emak tetap semangat 45 menuju stasiun Pasar Senen. Kereta api yang emak tumpangi berangkat pada pukul 23.00wib, perjalanan ini memakan waktu lebih kurang 7jam. Meskipun emak menggunakan kereta api kelas ekonomi tapi nyaman banget loh. Setiap gerbong di fasilitasi dengan AC, gerbong dan toilet juga bersih dan yang terpenting ada colokan stopkontak jadi gawai emak tetep on selalu 😁.

Sekitar pukul 06.30wib emak sudah tiba di stasiun Poncol - Semarang. Karena perut sudah memberikan kode krucuk-krucuk alias lapar, emak bersama keluarga langsung mencari warung makan di sekitaran stasiun. Soto ayam Pak Din di jalan Tanjung menjadi pilihan sarapan keluarga emak, tunggu review di coretan emak berikutnya ya.

Melanjutkan perjalanan menuju ke hotel tanpa harus menunggu lama gocar yang emak pesan sudah siap mengantarkan kami. Setibanya di hotel, emak langsung check in dengan proses yang cepat sekali karena sebelumnya emak sudah booking hotel melalui aplikasi. POP Hotel Pemuda Semarang berlokasi di daerah Sekayu, Semarang Tengah. Emak memilih hotel ini karena lokasinya yang strategis, dekat dengan Lawang Sewu dan DP Mall.
Setelah meletakkan tas ransel dan membersihkan diri kami pun mulai explore Kota Semarang. Destinasi pertama emak yaitu Lawang Sewu, cukup 5menit dengan berjalan kaki kami sampai di Lawang Sewu.


Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan salah satu ikon paling terkenal Kota Semarang. 
Bangunan kuno berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) yang sekarang menjadi PT Kereta Api Indonesia. Sesuai namanya Lawang Sewu konon katanya memiliki seribu pintu di dalamnya. Meskipun kenyataannya jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang didesain tinggi dan lebar sebagai ciri khas Negara Kincir Angin, sehingga sering dianggap sebagai pintu (lawang). 




Selain berkeliling melihat pintu dan jendela, wawasan emak juga  bertambah. Di sini emak dapat menyaksikan video yang menceritakan sejarah pembuatan kereta api. Berbagai macam gerbong dan lokomotif juga turut mewarnai keindahan Lawang Sewu ini. Di lantai dua terdapat kaca mozaik yang menghiasi menara Lawang Sewu. Kaca ini mengisahkan Lawang Sewu yang menjadi kantor perkereta-apian terbesar di Indonesia pada masa itu.



Objek wisata bersejarah ini buka setiap hari, mulai pukul 07.00wib hingga pukul 21.00wib. Harga tiket masuk ke Lawang Sewu ini Rp 5.000,- untuk pelajar dan anak-anak Rp 10.000,- untuk dewasa. Sedangkan untuk pengunjung yang ingin masuk ruangan bawah tanah harus merogoh kocek sebesar Rp 30.000,-. Di sini juga ada jasa guide yang akan mengantar pengunjung untuk berkeliling dan memberi informasi tentang sejarah Lawang Sewu, umumnya pengunjung memberi uang tips Rp 30.000,- tapi tergantung kalian sih mo kasih berapa yang terpenting kalian ikhlas ya. 


Yuhuuu, ternyata Lawang Sewu lokasinya berada di depan bundaran Tugu Muda jadi emak bisa sekalian narsis deh. Setelah puas berkeliling menelusuri Lawang Sewu, emak kembali ke hotel untuk beristirahat agar nanti malam emak bisa kongkow di Simpang Lima. Tapi sayangnya, sore sampai malam hari Kota Semarang di guyur hujan. Hmmm malam ini emak gagal ke Simpang Lima, karena hotel POP dekat dengan DP Mall yo weslah emak ngemoll saja. 


Kota Lama Semarang

Pagi ini emak dan keluarga sudah siap explore Kota Lama. Dengan di antar gocar menuju ke Kota Lama, emak menikmati lalu lintas yang masih sepi di Kota Semarang. Kawasan Kota Lama ini dekat dengan stasiun Tawang - Semarang. Ketika kami tiba suasana Kota Lama masih lengang, mungkin dikarenakan masih pagi jadi kami bisa leluasa berfoto di kawasan Kota Lama ini.

Di kawasan Kota Lama ini terdapat deretan bangunan tua peninggalan jaman penjajahan Belanda, seperti ;
  • Gedung Marba letaknya tepat di depan Taman Srigunting dengan arsitekturnya yang sangat unik.
  • Taman Srigunting merupakan meeting point di Kota Lama. Ada banyak properti semacam sepeda, vespa dan masih banyak lagi tersedia di Taman Srigunting ini.
  • Gereja Blenduk merupakan icon Kota Semarang. Gereja ini mempunyai atap yang sangat unik Blenduk yang berarti menggelembung.
  • Pasar Sentiling adalah pasar yang menjual barang-barang jadul, lokasinya dekat dengan Taman Srigunting.
  • Gedung Mandiri Gelatik, salah satu gedung cagar budaya yang berubah fungsi menjadi kantor Bank Mandiri.
  • Lorong di sebelah Keris Cafe, ini tempat paling instagramable di kawasan Kota Lama ini. Dan masih banyak tempat lain yang tetap mempertahankan  arsitektur kolonialnya.  



Lorong samping Keris Cafe
(dok. FB Jaran Alas)


Baiknya waktu yang tepat untuk mengunjungi Kota Lama ini adalah sore hari, suasana unik khas Semarang kuno jauh lebih terlihat. Tapi karena emak ke Kota Semarang pada musim hujan, sudah dapat dipastikan jika menjelang sore hari akan turun hujan. Jadilah emak pagi-pagi sudah on the way ke Kota Lama.



Sebelum emak lanjut ke destinasi berikutnya, emak icip-icip nasi goreng babat Pak Karmin. Lokasi nasi goreng babat ini dekat Jembatan Mberok Kota Lama Semarang. Rasa nasi goreng babat Pak Karmin ini maknyus tapi emak masih kepingin icip-icip lumpia nih. Biar timbangan emak kekanannya tidak terlalu banyak alias over, kami berjalan kaki menuju Lumpia Gang Lombok. Dengan menelusuri pinggiran kali mberok, kami menemukan Klenteng Tay Kak Air yang merupakan klenteng tertua di Kota Semarang. Lokasi klenteng ini berseberangan dengan warung Loenpia Gang Lombok. Julukan Semarang "Kota Lumpia" ternyata berasal dari warung kecil di Gang Lombok ini loh.
Setelah puas icip-icip lumpia yang legend ini, kami lanjut ke Klenteng Sam Poo Kong.


Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong merupakan bangunan kuil bersejarah di Semarang. Dahulu sebelum dibangun klenteng, tempat ini merupakan persinggahan Laksamana Cheng Ho (seorang pelaut dan penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam). Didalam klenteng ini juga terdapat patung Laksamana Cheng Ho setinggi 10meter yang merupakan patung tertinggi se-Asia Tenggara. Saat ini Klenteng Sam Poo Kong merupakan tempat ibadah warga Tionghoa serta menjadi tempat wisata yang bisa di kunjungi oleh siapa saja.



Harga tiket masuk Klenteng Sam Poo Kong ;

Weekday :

Masuk area wisata

Dewasa : Rp 7.000,-
Anak-anak : Rp 5.000,-
Turis asing : Rp 10.000,-
Turis asing anak-anak : Rp 7.000,-

Masuk area sembahyang

Dewasa : Rp 27.000,- 
Anak-anak : Rp 15.000,- 
Turis asing : Rp 40.000,-
Turis asing anak-anak : Rp 25.000,- 

Weekend :

Masuk area wisata

Dewasa : Rp 10.000,-
Anak-anak : Rp 8.000,-
Turis asing : Rp 15.000,-
Turis asing anak-anak : Rp 8.000,-

Masuk area sembahyang

Dewasa : Rp 28.000,- 
Anak-anak : Rp 15.000,- 
Turis asing : Rp 45.000,-
Turis asing anak-anak : Rp 28.000,- 

Pengunjung yang datang untuk berdoa (sembahyang), uang tiket masuk akan dikembalikan sesuai S&K yang berlaku. Klenteng Sam Poo Kong ini buka mulai pukul 08.00 hingga 21.00wib. ohhh ya dengan merogoh kocek Rp 100.000,- kalian juga bisa loh menyewa pakaian khas China.




Setelah puas berkeliling Klenteng Sam Poo Kong, emak akan melanjutkan ke destinasi berikutnya Vihara Buddhagaya Watugong. Tapi hujan mulai turun, kami langsung menepi ke klenteng untuk berteduh. Perut sudah memberi sinyal krucuk-krucuk alias lapar. Setelah menunggu lama hujan pun mulai reda meninggalkan gerimis saja. Kami langsung meluncur ke warung makan yang dekat dengan klenteng. Nasi gudeg koyor Bu Yanti menjadi obat kami di kala lapar, alhamdulilah rasanya cucok sekali dengan selera emak. Planning emak untuk menuju ke Vihara Buddhagaya  Watugong gagal karena jarak tempuh lumayan jauh dan hari sudah petang.  Maka emak kembali ke hotel, dengan harapan nanti malam cerah agar emak bisa kongkow di Simpang Lima.

Ternyata hujan kembali turun seakan belum merestui emak untuk main ke Simpang Lima. Padahal ini malam terakhir di Kota Semarang, esok pagi emak akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan akomodasi kereta api. Tetapi terbayar sudah rasa keingintahuan emak tentang Kota Semarang yang melegenda ini. Sampai jumpa di coretan emak berikutnya karena perjalanan hidup yang indah adalah ketika kita mampu berbagi, bukan menikmatinya sendiri.

Salam My Trip My Adventure 👌😉

- Leha Barqa -

Wahana Seru 'Mola-Mola Jet Spinner'

Wah libur akhir tahun sudah tinggal hitungan minggu, pastinya anak-anak senang sekali. Masih bingung akan mengajak keluarga liburan kema...